Admin

Admin

Prestasi Bisa

East Java Innovative Education Summit (EJIES) merupakan ajang inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur yang bertujuan untuk mendorong sekolah-sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB dalam menciptakan terobosan yang berdampak nyata. Kompetisi ini dirancang sebagai wadah bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan ide-ide kreatif serta meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan zaman.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, EJIES berperan sebagai platform yang memungkinkan berbagai institusi pendidikan berbagi praktik terbaik yang telah mereka terapkan. Melalui forum ini, sekolah-sekolah dapat menginspirasi satu sama lain dan memperkaya wawasan mengenai metode pengajaran yang inovatif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan lahir berbagai inisiatif baru yang mampu meningkatkan mutu pendidikan secara luas.

Keberhasilan EJIES tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi pendidikan Jawa Timur yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. Dengan terus mendorong inovasi dan kerja sama, EJIES diharapkan dapat menjadi katalisator bagi transformasi pendidikan yang berkelanjutan di daerah ini.

Goal

Memotivasi dan mendorong Lembaga SMA, SMK, SLB, Sekretariat, Bidang, UPT serta Cabang Dinas di Jawa Timur untuk menciptakan program atau strategi pendidikan yang kreatif dan inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

1. Mengapresiasi Praktik Terbaik. Memberikan penghargaan kepada Lembaga yang berhasil menciptakan inovasi pendidikan yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi siswa, guru, dan masyarakat.

2. Mendorong Lembaga SMA, SMK, SLB, Sekretariat, Bidang, UPT serta Cabang Dinas untuk mengembangkan solusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Jawa Timur.

3. Menyebarluaskan Inspirasi dan Kolaborasi. Menjadi platform untuk berbagi praktik terbaik, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diadopsi atau dikembangkan lebih lanjut oleh sekolah lain di wilayah Jawa Timur.

4. Membangun Ekosistem Pendidikan Inklusif dan mendorong keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, guru, orang tua, dan masyarakat, dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

5. Mendorong percepatan peningkatan layanan pendidikan pada Sekretariat, Bidang, UPT serta Cabang Dinas.

Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun pelajaran 2024/2025 menjadi momen bersejarah bagi SMA Negeri Senduro. Untuk pertama kalinya, lulusan yang menggunakan Kurikulum Merdeka berhasil mengikuti seleksi ini, dan hasilnya sangat membanggakan. Jika pada tahun sebelumnya hanya enam siswa yang lolos SNBP, tahun ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 24 siswa. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan kualitas akademik dan daya saing siswa.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai strategi sekolah dalam membimbing siswa agar lebih siap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Program pendampingan akademik yang lebih fleksibel, pembelajaran berbasis proyek, serta pemetaan potensi siswa menjadi kunci utama pencapaian ini. Selain itu, guru-guru juga berperan aktif dalam memberikan motivasi dan dukungan, sehingga siswa semakin percaya diri dalam bersaing melalui jalur prestasi.

Sebagai lulusan pertama yang menerapkan Kurikulum Merdeka, siswa SMA Negeri Senduro menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri dan berbasis kompetensi mampu memberikan hasil yang lebih baik. Kesadaran siswa akan pentingnya jalur prestasi juga semakin meningkat, mendorong mereka untuk lebih giat dalam belajar dan mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Dengan pencapaian ini, SMA Negeri Senduro semakin optimis dalam mencetak lebih banyak lulusan berkualitas di masa depan. Sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan mendukung keberhasilan siswa dalam meraih pendidikan tinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi angkatan berikutnya untuk terus berprestasi dan menggapai cita-cita mereka.

Sekolah Adiwiyata adalah tempat belajar yang bertujuan agar siswanya memiliki karakter peduli lingkungan setelah lulus dari sana. Oleh karena itu, sekolah mengintegrasikan tiga prinsip dasar dalam penentuan kurikulumnya, yakni edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Edukatif berarti pendidikan lingkungan melalui berbagai pembiasaan hidup berdampingan dengan alam, seperti memelihara dan mengelola lingkungan itu sendiri. Hal ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku warga sekolah menjadi manusia-manusia yang peduli lingkungan, menjadikan warga yang cinta lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Sementara itu, partisipatif adalah melaksanakan program sekolah secara komprehensif, mulai dari pihak pemerintah sampai masyarakat. Oleh karena itu, sekolah menyusun kegiatan yang berhubungan dengan program sekolah adiwiyata berdasarkan kesepakatan dengan orangtua murid. Kemudian berkelanjutan memiliki arti bahwa program sekolah Adiwiyata adalah dapat dilakukan terus-menerus hingga tujuannya tercapai. Tujuan sekolah Adiwiyata sendiri adalah menimbulkan kesadaran semua pihak tentang peduli lingkungan

adiwiyata5

Setelah tahun lalu SMA Negeri Senduro berkesempatan menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, maka tahun ini SMA Negeri Senduro melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi. Dengan berbekal pengalaman di waktu yang lalu dan pembiasaan yang dilakukan terhadap peserta didik kami optimis dapat melaksanakan kegiatan ini dengan maksimal.

Berbagai kampanye tentang konservasi lingkungan telah kami lakukan bersama kader adiwiyata sekolah meliputi konservasi air, energi, dan juga pengelolaan sampah melalui prinsip 3R yaitu reduse, reuse, dan recycle. Media yang kami pakai tidak hanya konvensional tapi juga mengikuti perkembangan jaman yaitu melalui media sosial yang kami miliki.  Dengan harapan generasi Z ini bisa teredukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi kehidupan di masa yang akan datang. Sincan

adiwiyata3

(selalu membawa botol minum dari rumah untuk mengurangi pemakaian botol plastic sekali  pakai)

Selasa, 04 Oktober 2022 03:47

SMAN Senduro Sekolah Adiwiyata

Adiwiyata adalah program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, dan Program Adiwiyata adalah program untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat tentunya menjadi impian bagi institusi pendidikan di Indonesia. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada, mulai dari siswa, guru, staf, karyawan unsur pimpinan sekolah dan bahkan orang tua siswa.

adiwiyata2

Beberapa waktu lalu SMAN SENDURO diberi kesempatan menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten tepatnya di tahun 2021 meskipun ini masih langkah pertama untuk lebih maju, hal ini sangat membanggakan bagi kami. Karenanya kami harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Lomba Adiwiyata tingkat Provinsi di Tahun 2022.

Untuk membekali diri dengan pengetahuan, kami juga mengadakan kunjungan studi tiru ke SMPN 1 Tempeh yang baru-baru ini berhasil menjadi juara 1 Adiwiyata tingkat Provinsi.

Kunjungan studi tiru tidak hanya diikuti oleh Bapak/Ibu guru saja, beberapa perwakilan dari kader Adiwiyata SMAN Senduro juga diajak untuk mengikuti kunjungan studi tiru untuk belajar apa saja kegiatan dari kader Adiwiyata SMPN 1 Tempeh, setelah melakukan kunjungan tersebut perwakilan dari kader Adiwiyata SMAN Senduro melakukan meet via google meet untuk menanyakan hal yg tak sempat terjawab serta berbagi pengalaman tentang kader Adiwiyata.

Selain studi tiru, SMAN SENDURO mengadakan lomba edukasi dari siswa kepada siswa tentang 3R yaitu:

  • Recycle

Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada prinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos

  • Reuse

Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.

  • Reduce

Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknya sampah wadah produk di rumah.

Tidak hanya itu siswa siswi SMAN SENDURO juga diberi kesempatan untuk mengikuti lomba hasta karya yang menggunakan plastik bekas dan lomba bersih kelas yang dilakukan setiap hari dengan pengumuman juara tiap 2 minggu sekali. Bentuk apresiasi untuk pemenang lomba bersih kelas kami memberikan piala bergilir dengan tujuan untuk menambah wawasan tentang lingkungan, keterampilan, kreativitas, dan konsitensi menjaga lingkungan sekolah bersih dan sehat.(Sincan)

Halaman 2 dari 4

Cari

Pengunjung

260849
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
186
256119
13604
260849

Your IP: 216.73.216.19
2026-03-11 09:51